3D Berbahaya untuk Anak di Bawah 6 Tahun

140521_3dd

Menonton tayangan tiga dimensi (3D) memang mengasyikkan. Teknologi visual ini seolah memberikan pengalaman menonton yang berbeda dibanding layar biasa. Pun begitu, ternyata 3D dinilai menyimpan efek negatif untuk kesehatan anak di bawah umur.

Organisasi Kesehatan dan Keselamatan Tubuh asal Prancis, ANSES, menyarankan agar anak-anak di bawah umur 6 tahun tidak seharusnya menonton 3D.

“Selama sepuluh tahun terakhir ini kami telah melihat perkembangan teknologi audio visual 3D yang tumbuh pesat,” papar laporan ANSES yang dikutip dari Games Industry, Jumat (28/11/2014).

“Seiring dengan peningkatan substansial dalam persediaan film 3D di bioskop-bioskop sejak pertengahan tahun 2000-an, telah diikuti pula dengan pertumbuhan televisi, komputer, game konsol yang mengadopsi teknologi serupa,” tambahnya.

Larangan tersebut muncul karena menurut ANSES dengan menonton 3D dikhawatirkan akan merusak perkembangan sistem penglihatan anak-anak ini.

Penelitian yang diterbitkan awal November ini mengatakan bahwa terdapat sebuah proses pengolahan sinyal 3D di pusat otak, yang dinamakan vergence-accommodation conflict, yang dapat merusak mata anak-anak.

Untuk orang dewasa, biasanya efek yang ditimbulkan berupa mata lelah atau sakit kepala ringan. Tapi, bagi mereka yang masih muda dan otak masih berkembang, efek 3D bisa mengakibatkan respons negatif bagi mata dan otak.

Maka dari itu, ANSES menyarankan jika anak di bawah umur 6 tahun belum saatnya mencicipi 3D. Sedangkan untuk anak di rentang 6-13 tahun boleh menggunakan teknologi 3D, asal tidak berlebihan.

Sumber : detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *