ASUS PadFone Kawinkan Tablet dan Ponsel

Anda pasti setuju bila ponsel lebih diperlukan dibandingkan komputer tablet. Ini mengingat fungsinya yang vital untuk berkomunikasi. Selain itu desain yang memungkinkannya dimasukkan ke dalam kantong.

Namun sebagian orang juga membutuhkan komputer tablet untuk menampilkan materi pada layar lebih besar. Namun ukurannya yang kurang ramah di kantong membuat orang cenderung jarang membawa komputer tablet berukuran besar.

Kegalauan inilah yang disiasati Asus via PadFone. Namanya sendiri mencerminkan dua hal yang ingin dikombinasikannya, yakni smartphone (fone) dan komputer tablet (pad station).

Asus PadFone
Asus PadFone

Ternyata PadFone dapat berfungsi layaknya laptop dengan menambahkan docking keyboard (tersedia secara terpisah). Docking ini sendiri juga bisa dipakai oleh komputer tablet Transformer Pad. Bagian smartphone (fone) merupakan unit utama. Sementara bagian komputer tablet-nya (pad) hanya aktif bila fone dihubungkan kepadanya. Jadi, peranti pad station hanyalah sekadar layar dan baterai saja tanpa CPU dan memori.

Bagian smartphone berlayar Gorilla Glass 4,3” ini diperkuat oleh CPU Snapdragon S4 8250A. Ketersediaan CPU ini sempat tersendat di pasaran. Inilah yang menyebabkan tertundanya kehadiran PadFone di pasaran. Unit telepon berbobot 128 gram ini cukup nyaman digenggam meskipun terasa agak licin. Anda dapat langsung memasang unit ini ke pad station secara langsung.

Pemasangan ini dapat dilakukan meskipun terdapat aktivitas di  unit teleponnya. Hal ini dimungkinkan berkat adanya teknologi Dynamic Display. Teknologi ini akan mengatur agar semua yang ditampilkan di unit telepon akan berpindah ke unit pad secara otomatis. Begitu pun sebaliknya. Jadi, jika unit telepon dicabut dari unit pad station-nya, tampilan akan langsung berpindah ke unit telepon.

Tampilan Asus PadFone
Tampilan Asus PadFone

Berbekal material Super AMOLED, tampilan layar terlihat tajam di produk yang memiliki sepuluh buah sensor ini. Kualitas ini sayangnya akan menurun ketika tampilan berpindah ke pad station. Ini karena layar pad station-nya tak memakai material tersebut.

Namun demikian, tampilannya sudah cukup nyaman dilihat. Game 3D yang cukup berat pun bisa berjalan mulus berkat keberadaan chip grafis Adreno 225. Unit pad station-nya juga bisa dijadikan pengisi baterai unit telepon. Pasalnya, bagian ini mengusung baterai 6600 mAh yang mampu mengisi ulang unit baterai telepon saat ditancapkan ke unit ini.

padfone3

Untuk mempermudah pengguna menuliskan pesan atau menggambar, disertakan sebuah stylus. Bentuk stylus ini tergolong besar dibandingkan yang diusung Galaxy Note atau tablet lainnya. Namun jangan salah. Pena ini ternyata berguna sebagai headset untuk melakukan percakapan telepon saat Anda menggunakan PadFone. Dengan begini Anda tak perlu lagi melepas unit telepon dari pad station ketika ada panggilan masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *