Awas, Gadget Bikin Pengguna Cepat Tua!

Apple Watch Goes On Display At Apple Inc. Stores Ahead Of Sales LaunchHadirnya teknologi sejatinya untuk mempermudah kehidupan manusia. Namun nyatanya teknologi bisa membuat penggunanya cepat tua. Kok bisa?

Dikutip dari laman Huffington Post, Jumat (10/4/2015), ada empat hal yang dikatakan membuat teknologi berakibat penggunanya berpotensi lebih cepat tua. Simak berikut ini.

Kurang Tidur

Hampir sebagian besar orang membawa gadgetnya kemanapun mereka berada, bahkan hingga ke tempat tidur. Alih-alih berbaring santai, malah memelototi layar gadget. Alhasil membuat mereka terjaga semalaman. Kondisi tersebut bila terus berlangsung akan mengganggu jam tidur alami.

Sebuah studi yang dilakukan Brigham and Women’s Hospital akhir tahun lalu menyebutkan cahaya yang terpancar dari gadget dapat menurunkan tingkat melatonin. Sehingga membuat seseorang susah tidur dan sukar nyenyak.

Keesokan harinya kadar kortisol akan meningkat. Ini ditandai dengan badan menjadi lesu, timbul lingkaran hitam dekat mata dan garis-garis halus pada kulit. Untuk diketahui kortisol menjadi penyebab kerusakan kolagen sehingga akan membuat kulit terlihat berkerut.

Disarankan menjauhkan semua gadget saat berada di kamar tidur. Sehingga Anda fokus untuk beristirahat.

Leher Sakit

Pada tahun 2014, sebuah peneliti menemukan bahwa saat menunduk untuk melihat ponsel dapat membuat tekanan pada tulang leher belakang. Bila kelamaan akan mengakibatkan masalah pada postur tubuh dan meningkatkan tingkat stres.

Penelitian yang dilakukan oleh kepala bagian bedah New York Surgery and Rehabilitation Medicine, Dr Kenneth Hansraj, menemukan bahwa saat menunduk 15 derajat seperti memberi beban pada leher sebesar 12 kilogram. Sementara menunduk 30 derajat sama dengan menaruh beban seberat 18 kilogram, dan saat menunduk 45 derajat, memberi beban 22 kilogram pada leher.

Dr Kennet menyarankan untuk menatap ponsel sejajar dengan mata sehingga menjaga leher tetap tegak lurus tanpa memberi beban.

Penuaan Mata

Menyadari atau tidak saat menatap layar gadget, mata jarang berkedip. Seorang dokter mata mengatakan saat pengguna menatap layar gadgetnya, mereka hanya berkedip setengah dari normal. Tidak cukup berkedip dapat menyebabkan masalah seperti mata kering, pandangan kabur hingga sakit kepala.

Belum lagi ketika sulit membawa teks di layar ponsel, seseorang kerap menyipitkan mata. Naj ini dapat menyebabkan garis-garis halus dan kerutan, terutama di sekitar mata.

Untuk memerangi hal di atas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Misalnya membuat ukuran font lebih besar sehingga tidak membuat mata tegang saat membaca. Usahakan saat menatap layar gadget seringlah berkedip.

Sebisa mungkin mengistirahatkan mata dari layar gadget setiap 20 menit sekali selama 20 detik saja. Lalu pandangi sebuah objek yang letaknya cukup jauh. Lebih baiknya lagi, bangkit dari kursi dan berjalanlah sedikit. Ini tidak hanya mengistirahtkan mata, tapi juga mempelancar peredaran darah.

Mempengaruhi Memori

Berkat adanya smartphone dan tablet, membuat kita tidak perlu lagi mengingat banyak nomor telepon. Cukup menyimpannya di aplikasi kontak. Kita pun tidak lagi pusing mencari sebuah alamat, karena terdapat fitur GPS di kedua gadget tersebut.

Namun karena terlalu dimanjakan teknologi, memori kita makin tidak terasah. Alhasil belum lanjut usia, banyak orang sudah mulai pikun. Sebuah studi yang dilakukan Universitas McGill menemukan orang yang menggunakan navigasi ruang (misalnya mengingat gedung, landmark dan lain-lain) memiliki volume hippocampus (bagian dalam otak yang bertanggung jawab terhadap ingatan) lebih besar dibanding mereka yang menggunakan GPS.

Kerap mengambil foto pun rupanya turut berpengaruh pada memori otak. Para peniliti di Universitas Fairfield membuktikan hal tersebut pada dua subjek saat berkunjung ke sebuah museum seni. Hasilnya, subjek yang mengamati objek sembari memfoto memiliki kenangan lebih lemah dibanding mereka yang tidak mengambil foto.

Karena itu disarankan untuk sesekali tidak sepenuhnya bergantung pada gadget. Cobalah mencari alamat tanpa menggunakan GPS atau mengingat beberapa nomor telepon baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *