Menjajal Desktop Android Rp 40 Juta Cisco

Cisco baru saja merilis DX80 dan DX70, jagoan terbarunya yang akan jadi ujung tombak untuk bersaing di segmen enterprise untuk perangkat video conference. Seperti apa kemampuan dari desktop bertenaga Android ini?

Sepintas dari luar, tampilannya memang seperti desktop all-in-one PC pada umumnya. Hanya saja bedanya, ada kamera kecil di atas yang jadi fitur penting untuk jualan TelePresence-nya Cisco. Dengan sentuhan warna putih keperakan, desktop ini makin mirip dengan Mac kepunyaan Apple.

Produk ini sempat dijajal setelah produk ini resmi diperkenalkan Rowan Trollope, Senior Vice President & General Manager Collaboration Technology Group Cisco, di hadapan para media, analis, partner, dan pelanggan Cisco yang hadir di Macau.

Desktop ini tak memiliki keyboard fisik. Untuk melakukan aktivitas, baik untuk mengetik, mengeksekusi aplikasi, melakukan panggilan telepon, video call untuk conference, semua bisa dilakukan melalui layar sentuh yang sangat responsif untuk 10 jari secara bersamaan di atas layar 23 inch dengan skala 16:9.



Kamera kecil yang di bagian atas itu pun diprogram dedicated untuk always-on alias selalu standby ketika perlu dihubungi untuk meeting virtual dengan Cisco WebEx maupun Cisco Jabber. Cisco memasang video komunikasi yang cukup canggih karena sudah 1080p high-definition (HD).

Untuk melakukan panggilan video TelePresence maupun Cisco Unified Communications telephony, pengguna tak lagi memerlukan microphone maupun speaker eksternal, karena semua perangkat yang biasanya ribet dengan kabel berseliweran ini sudah built-in internal. Speaker-nya pun sudah high quality audio system.

Saat melakukan panggilan video, kita tentunya membutuhkan koneksi internet yang stabil dan kencang. Berikut adalah minimum bandwidth requirement yang dibutuhkan agar koneksi video tetap oke saat meeting virtual dengan DX80 dan DX70.

Minimum bandwidth for resolution and frame rate.
Main video at 30 frames per second

● CIF (352 x 288 pixels) – 17kbps
● VGA (640 x 480 pixels) – 400kbps
● 240p (432 x 240 pixels) – 17 kbps
● 360p (640 x 360 pixels) – 300kbps
● 480p (848 x 480 pixels) – 600kbps
● WSVGA (1024 x 600 pixels) – 800kbps
● HD 720p (1280 x 720 pixels) – 1300kbps
● HD1080p (1920 x 1080 pixels) – 2000kbps

Content channel at 5 frames per second

● CIF (352 x 288 pixels) – 17kbps
● VGA (640 x 480 pixels) – 200kbps
● 240p (432 x 240 pixels) – 17 kbps
● 360p (640 x 360 pixels) – 150kbps
● 480p (848 x 480 pixels) – 200kbps
● WSVGA (1024 x 600 pixels) – 300kbps
● HD 720p (1280 x 720 pixels) – 500kbps
• HD1080p (1920 x 1080 pixels) – 700kbps

Baik DX80 maupun DX70, keduanya dioperasikan melalui OS Android 4.1.1. Fungsinya tentu saja mirip-mirip saat kita mengoperasikan Android di smartphone maupun tablet. Kita juga bisa mengutak-atik tampilannya lewat customize wallpaper, widgets, serta screen layouts.

Begitu pun dengan aplikasinya, saat kepingin main game, kita bisa saja mengunduhnya di Play Store Google. Main Angry Birds maupun Candy Crush juga bisa dilakukan dengan lancar di desktop ini.

“Kami tidak bikin toko aplikasi sendiri. Itu sebabnya kami biarkan saja terbuka untuk mendownload aplikasi yang dibutuhkan melalui Play Store,” kata Rowan saat berbincang-bincang dengan media pasca peluncuran desktop ini.

Meskipun pakai OS yang kerap dikabarkan rentan sekuritinya, Cisco telah mengantisipasinya dengan menanamkan Security Enhanced Android Operating System yang dikombinasikan dengan fitur Cisco end-to-end security.



Cisco juga menanamkan fitur Cisco Extension Mobility supports untuk multiple profile, serta menyediakan fitur hot-desking untuk berbagi workspaces. Dengan fitur Native Cisco AnyConnect VPN juga bisa membuat desktop ini aman dan cepat untuk kerja di kantor maupun di rumah sekalipun.

Desktop ini juga didesain untuk memudahkan transfer data secara seamless menggunakan bluetooth saat ingin memindahkan file pekerjaan dari DX80 ke smartphone maupun tablet, atau bahkan sebaliknya, secara otomatis begitu perangkat terdeteksi saat didekatkan. Di sisi desktop ini, juga ada slot USB.

Di bagian belakang, ada panel khusus untuk menyembunyikan kabel dan mengaturnya agar tampak rapi. Di belakang bagian bawah juga ada kaki-kaki penunjang yang bisa diatur agar desktop ini tampil tegak, ataupun mendatar layaknya tablet.

Next 

Secara desain dan fungsi, desktop ini sejatinya sudah sangat bagus. Kinerjanya sepintas juga cukup lumayan meskipun hanya menggunakan prosesor TI OMAP 4470 1.5 GHz dengan storage 8 GB eMMC flash memory, serta RAM 2 GB.

Kalau boleh jujur, satu-satunya kekurangan yang sangat mencolok di kedua desktop ini hanyalah dari sisi harganya saja. Banderol USD 3.990 atau sekitar Rp 42 juta lebih untuk DX80, dan USD 2.750 atau sekitar Rp 30 jutaan untuk DX70, masih dianggap mahal oleh para analis yang ikut hadir di acara peluncuran ini.

Rencananya, kedua produk ini akan mulai dipasarkan dalam beberapa bulan mendatang di Asia Pasifik, Jepang, dan China. Di Indonesia, DX70 katanya akan hadir lebih dulu mulai pertengahan tahun ini. Sementara DX80 baru menyusul kemudian di bulan November 2014. Cisco akan memasarkannya melalui partner channel distribusinya.

Berikut adalah spesifikasi lengkap untuk DX80 dan DX70.

Display
23 inches and 14 inch diagonally
Backlit, FHD capacitive touchscreen LCD with 1920 x 1080 pixel resolution

Front Camera
HD video communication with Cisco TelePresence interoperability and other H.264 video endpoint interoperation for best-in-class video communication

Operating System
Android 4.1.1

Processor
TI OMAP 4470 1.5 GHz

Storage
8 GB eMMC flash memory

Memory
2 GB RAM

Sumber : inet.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *