Sony Mulai Pasarkan Gelang Pintar di Indonesia

img_0853

Wearable gadget terbaru Sony berupa gelang pintar mulai merambah Indonesia. Gelang ini berupaya menarik minat anak muda yang hobi beraktivitas. 

Tren perangkat pintar kini sudah merambah ke wearable gadget seperti smartwatch dan fitness tracker. Ini terjadi karena semakin banyak smartphone dan tablet. Apa hubungannya?

Ya, kebanyakan perangkat wearable dibuat untuk digunakan bersamaan dengan smartphone ataupun tablet. Mereka tidak bisa berdiri sendiri. Jika tidak ditandem dengan smartphone atau tablet, fiturnya tak akan maksimal. 

Smartwatch dan fitness tracker sendiri, meski sama-sama wearable gadget, tetapi berbeda fungsinya. Smartwatch berfungsi seperti perpanjangan tangan dari smartphone, terutama untuk notifikasi. 

Sementara fitness tracker, berfungsi sebagai sensor tambahan bagi smartphone. Sensor ini yang melakukan pencatatan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.

Inilah fungsi dari Sony Smartband SWR10, perangkat wearable yang diluncurkan oleh Sony dalam gelaran CES 2014 beberapa waktu yang lalu. SWR10 berbentuk gelang yang tersedia dalam bermacam warna dan berfungsi mencatat bermacam kegiatan yang dilakukan penggunanya.

Selintas, bentuk SWR10 terlihat seperti gelang fitness tracker keluaran Fitbit dan Jawbone. Namun Sony mengklaim produknya berbeda. Perusahaan asal Jepang ini mengincar fungsi lebih dari sekadar fitness tracker. 

Dengan bantuan aplikasi Lifeblog, SWR10 mampu mencatat kegiatan sehari-hari penggunanya, seperti jumlah waktu tidur, berjalan, berlari, dan bahkan durasi penggunaan smartphone setiap harinya.

“Saat ini Wellcomm cuma menjual perangkat wearable dari Sony. Ini karena menurut kami perangkat buatan Sony mempunyai keunggulan, yaitu sudah punya ekosistem perangkat yang bagus,” ujar Andre Djohan, Executive Director Wellcomm, di Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Dibanderol Rp 1,2 juta, SWR10 mempunyai konektivitas Bluetooth 4.0, dan NFC. Untuk bernavigasi, Sony hanya membenamkan satu buah tombol di smartband ini. Perangkat ini pun tidak mempunyai layar, jadi penggunanya harus menggunakan smartphone untuk melihat hasil pencatatannya.

Sumber : inet.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *