Strategi Unik Google Menjual Motorola X

moto-x

Motorola resmi memperkenalkan ponsel pintar Android Moto X pada Kamis (1/8/2013). Melalui ponsel ini, Google dan Motorola tidak ingin mengikuti tren persaingan spesifikasi komponen, mereka mencoba strategi baru dalam menjual ponsel.

Moto X menjadi ponsel Android andalan pertama Motorola sejak diakuisisi oleh Google pada 2012 lalu. Ponsel ini sudah banyak terkena campur tangan Google, di mana bentuk fisiknya jauh berbeda dengan ponsel Motorola seri sebelumnya.

Perusahaan tak ingin mengikuti tren persaingan spesifikasi komponen atau resolusi layar yang tinggi. Google dan Motorola lebih memprioritaskan sisi desain yang dapat dipersonalisasi, dengan memberi kebebasan kepada konsumen untuk mengganti materi dan warna ponsel Moto X.

Ini adalah sebuah strategi dan pendekatan baru yang dilakukan Google untuk membangkitkan popularitas Motorola di tengah persaingan yang makin ketat, dan kini dikuasai oleh Samsung dan Apple.

Wakil Presiden Motorola Manajemen Produk Motorola, Rick Osterloh, mengatakan, selama ini konsumen menanti produk ponsel yang mampu merepresentasikan kepribadiannya. Hal ini terlihat dari langkah konsumen dalam menghias atau mengenakan aksesori di bagian luar ponsel.

Analis pasar Avi Greengart dari lembaga riset Current Analysis, berpendapat, pendekatan macam ini memang menarik bagi konsumen dan bisa jadi pelopor desain yang dapat dipersonalisasi. Akan tetapi, ia mempertanyakan berapa banyak konsumen yang benar-benar membutuhkannya.

“Saya tidak ragu ada orang yang ingin memersonalisasi ponsel mereka. Tapi pertanyaannya sekarang, berapa banyak dari mereka yang membutuhkan ini,” kata Greengart seperti dikutip dariReuters.

Di Amerika Serikat, Moto X mulai dijual pada akhir Agustus atau awal September dengan harga 200 dollar AS. Namun, ini adalah harga kontrak selama dua tahun oleh lima operator seluler di AS, yakni AT&T, Verizon, Sprint, T-Mobile, dan US Cellular.

Dari kelima operator ini, hanya AT&T yang diberi hak eksklusif oleh Google untuk mempersilakan konsumen mengganti warna bagian belakang Moto X dalam 18 pilihan warna, begitu juga dengan bagian depan ponsel.

Sementara empat operator seluler lain, hanya dapat menawarkan Moto X dalam pilihan warna hitam atau putih. Namun, tidak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan aksesori tertarik membuat casing Moto X.

Google mengaku belum menentukan harga eceran di negara lain yang konsumennya tidak ingin terikat kontrak dengan operator seluler. Motorola juga belum mengungkap kebijakan soal ketersediaan pilihan warna Moto X di negara lain.

Ponsel Moto X dirakit oleh pemanufaktur Flextronics International yang membangun pabriknya di Texas, Amerika Serikat.

Berkat pengumuman Moto X, saham Google pada Kamis (1/8/2013) naik 1,9 persen menjadi 904,22 dollar AS atau sekitar Rp 9,3 juta per lembar saham.

Sumber : tekno.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *