Tips Menghemat Baterai di Android

battery-info-widget

Baterai menjadi elemen terpenting dalam kelangsungan hidup sebuah perangkat smartphone atau tablet. Setiap tahun, perkembangan baterai yang tumbuh semakin besar kapasitasnya.

Pun begitu, pertumbuhan baterai selalu saja diimbangi oleh pertumbuhan perangkat Android itu sendiri. Pada akhirnya, permasalahan baterai selalu menjadi permasalahan utama bagi semua pengguna smartphone yang mengeluh kesal bila harus sering mengisi ulang smartphone miliknya.

Ponsel pintar Android pertama, HTC Dream, memiliki kapasitas baterai 1.150 mAh, dengan bentang layar 3,2 inch. Sementara Samsung Galaxy S5 memiliki baterai 2.800 mAh dengan ukuran layar 5,1 inch.

Jika diperhatikan dari contoh tadi, rata-rata kapasitas baterai mengalami peningkatan terus-menerus sejak tahun 2008, yang mana peningkatan dari kapasitas baterai juga diimbangi oleh peningkatan ukuran layar yang tak kalah cepat.

Jangan sering gunakan smartphone Anda? Atau matikan beberapa fitur? Mungkin itu bisa jadi jalan pintas menjaga daya tahan baterai. Tapi, apakah Anda mau cara seperti itu? Berikut detikINET merangkum beberapa tips yang mungkin berguna bagi Anda untuk menjaga agar daya tahan baterai tetap awet.

1. Gunakan mode Power Saving

Beberapa pabrikan Android saat ini sudah menambahkan mode power saving dalam perangkatnya. Dengan mode ini secara otomatis pengguna dapat mengatur pemakaian fitur ponsel atau mematikan beberapa aplikasi tertentu ketika baterai Anda menyusut ke level yang rendah.

Berbeda dengan sistem operasi Android terdahulu, sistem operasi Android terbaru, Lollipop, dirancang built-in battery saver. Jadi, dapat dikatakan jika sebagian smartphone yang berjalan di OS Lollipop akan memiliki fitur tersebut.

2. Otomatiskan Smartphone Anda

Apakah Anda rutin mengoperasikan smartphone hingga malam hari? Bila merasa tidak perlu menggunakan smartphone di malam hari, gunakanlah aplikasi semacam Automatelt dan Tasker yang dapat diunduh melalui Google Play Store.

Aplikasi ini akan secara otomatis mematikan paket data dan jaringan WiFi di kala Anda tertidur lelap. Sehingga ketika pagi hari Anda terbangun, Anda akan mendapati baterai Anda tetap awet.

3. Uninstall atau disable aplikasi

Pilih Settings > Apps dan klik ‘All’ tab untuk melihat semua daftar aplikasi yang dimiliki. Jika merasa tidak memakainya, Anda bisa meng-uninstall aplikasi tersebut. Selain untuk menghemat kapasitas memori, beberapa aplikasi pada Android kerap berjalan pada background walaupun Anda sudah lama tidak menggunakannya.

Sebagian vendor atau pabrikan meungkin tidak mengizinkan aplikasinya Anda uninstall, pun begitu Anda masih dapat memilih opsi disable untuk aplikasi yang tidak Anda perlukan.

4. Hibernate atau freeze aplikasi

Untuk hal ini, aplikasi Grenify yang dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin meng-hibernate aplikasi. Dengan Greenify Anda bisa melihat aplikasi tidak terpakai apa saja yang berjalan di background. Aplikasi ini secara otomatis akan mematikan sumber sistem sampai Anda memakainya lagi.

5. Setel kecerahan layar Anda

Kecerahan layar Anda akan berpengaruh besar terhadap daya tahan baterai. Setel otomatis? Jangan, karena setel otomatis biasanya secara otomatis akan meset tingkat kecerahan layar tertinggi yang mungkin Anda sendiri tidak akan membutuhkannya. Kurangin kecerahan secara manual dan setel di tingkat rendah senyaman mungkin.

Anda juga harus menyetel waktu habis layar ketika malam hari, semisal 5 detik. Semakin cepat layar Android Anda berubah menjadi gelap ketika tidak digunakan, semakin banyak pula energi yang disimpan.

6. Matikan mode getar

Beberapa mode getar ternyata tidak baik untuk daya tahan baterai smartphone atau tablet Anda. Dengan begitu pengguna bisa menyetel perangkat Android Anda agar tidak menggunakan berbagai macam getaran, seperti keypress yang getar.

Opsi tersebut dapat ditemukan di Settings > Language & input. Anda mungkin juga dapat mematikan suara pada ‘Sound on keypress’.

7. Layanan Lokasi

Pergi ke Settings > Location dan Anda akan melihat layanan dan aplikasi mana yang melacak Anda. Ganti mode lokasi Anda ke baterry saving atau Anda bisa matikan layanan lokasi untuk menghemat baterai.

8. Power Bank

Ini mungkin merupakan opsi terakhir menghemat baterai yang umum dilakukan bagi pengguna smartphone di seluruh dunia. Dengan power bank, Anda bisa menjaga smartphone Anda tetap hidup. Saat ini berbagai macam power bank telah diproduksi secara massal di seluruh dunia.

Power bank sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban. Satu yang harus diwaspadai adalah power bank dapat merusak baterai.

Sumber : detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *